Sunday, July 10, 2011

Trip Anak Krakatau : Liburan Menegangkan!

Anak Krakatau adalah salah satu gunung yang masih aktif di Indonesia, terbentuk pada tahun 1927 atau 40 tahun setelah ibunya -Si Gunung Krakatau- meletus di tahun 1883. Letusan Gunung Krakatau yang sempat menjadi bencana global, kemudian menyisakan tiga pulau di sekitar Anak Karakatau, yaitu Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Kawasan ini kemudian dijadikan cagar alam yang pada tahun 1984 resmi masuk ke dalam Taman Nasional Ujung Kulon. UNESCO kemudian meresmikan daerah ini sebagai warisan alam dunia pada tahun 1991. Anak Gunung Krakatau masih relatif aman walaupun terkadang sering timbul letusan-letusan kecil yang mengeluarkan material lava. Mendengar cerita tentang si Anak Gunung Krakatau, saya membayangkan pasti seru bisa menyambangi daerah tersebut, dan kesampaian! Masih bersama Ocha dan Kak Ulil, kami bergabung di sebuah open trip yang di adakan oleh bang hendri.



Rute yang ditempuh untuk menuju ke Anak Gunung Krakatau adalah melalui Terminal Kampung Rambutan - Pelabuhan Merak - Pelabuhan Bakauheni - Dermaga Canti. Dari dermaga Canti, rombongan kami menyewa sebuah kapal nelayan untuk hoping island dua hari ke depan.

Dermaga Canti di pagi hari
Destinasi pertama adalah Pulau Sebesi, disini kami hanya mampir untuk mengambil makan siang, karena kami akan langsung melanjutkan perjalanan ke Anak Gunung Krakatau. Saya gak begitu inget berapa lama tepatnya perjalanan yang kami tempuh dari Dermaga Canti ke Pulau Sebesi maupun dari Pulau Sebesi ke Anak Gunung Krakatau.

Hal menarik yang saya lihat di lepas pantai Anak Gunung Krakatau adalah pasirnya yang berwarna hitam pekat seperti batu bara. Mungkin ini ada hubungannya dengan status vulkanologinya yang masih aktif.


Kemudian dimulailah perjalanan menanjak yang bikin mules. Terjal sih gak terlalu ya.. tapi karena pasir, maka ketika saya maju satu langkah, merosotnya dua langkah. Pegel. Apalagi panasnya pasir mulai terasa membakar punggungan kaki (jadi buat kalian yang mau light hiking pastikan pakai kaus kaki ya). Tapi apa yang baru saja kami lewati which is terseok-seok di pasir panas, gak sebanding dengan pemandangan yang kami saksikan dari atas punggungan anak Gunung Krakatau.



Setelah puas berkeliling, perjalanan dilanjut ke Lagoon Cabe untuk snorkeling. TIdak jauh dari jarak kami menaiki kapal, tiba-tiba terdengar bunyi letusan bergemuruh di udara. Sontak kami langsung menoleh ke belakang dan menatap puncak anak gunung Krakatau. Benar saja!  Krakatau batuk! (sepertinya dia lupa minum obat yang jam 12 siang). Kepulan asap berisi material vulkanik menyembur tinggi ke udara. Kami bersyukur bahwa kami sudah berada cukup jauh dari si Anak Krakatau. Gak kebayang mungkin deg-deg annya kalau kami masih ada disitu.

apa yang terjadi yaaa kalo kita masih asik poto2 disana??
Lepas dari kepulan asap anak gunung krakatau, kami masih dikejutkan dengan kejadian lain. Di tengah perjalanan menuju Lagoon Cabe, motor perahu mesin yang disewa RUSAK. Gak ada mesin cadangan, gak ada sinyal, of course.. ini kan di tengah laut! Dengan ini, kami ber 19 orang resmi terdampar di tengah laut. beberapa dari kami mulai mual dan muntah karena kapal yang berhenti akan bergoyang lebih hebat ketimbang kapal yang berjalan. Cara-cara meminta bantuan pun mulai dilakukan, dari mengangkat handphone tinggi-tinggi ke udara untuk mencari sinyal, mirror sign sampai mengibarkan bendera berwarna mencolok sebagai tanda kapal kami perlu bantuan. Beruntung, setelah beberapa jam terapung di laut lepas, ada satu kapal nelayan membawa turis mancanegara yang lewat tidak jauh dari kami. Kami mulai berteriak dan melambaikan tangan sambil jingkrak-jingkrak. Akhirnya bagai motor mogok, kapal kami ditarik dengan menggunakan tambang.
Meskipun rencana snorkeling di Lagoon Cabe batal, tapi kami berhasil sampai di Pulau Sebesi -tempat kami menginap- dengan selamat jam 8 malam

Menghabiskan Waktu di Pulau Umang-umang
Saya terbangun sekitar pukul lima pagi. Menjelang jam 6, beberapa dari kami berjalan-jalan di Dermaga Pulau Sebesi menikmati sunrise.

Sunrise di Pulau Sebesi
Pagi ini, setelah sarapan pagi, kami akan menghabiskan waktu di Pulau Umang-umang. Karena kapal kami yang rusak semalam belum selesai di ketok magic, maka kami menggunakan jukung ( semacam perahu kecil yang kapasitasnya hanya 4 orang ) untuk menuju kesana.

Setibanya saya di Pulau Umang-umang, saya langsung dibuat takjub oleh landscape Pulau Umang-umang. Pasirnya yang putih kontras dengan air lautnya yang berwarna biru langit. Gugusan koralnya juga gak jauh dari pantai. Kerenlah pokoknya!


Bang Hendri curang liat nemo gak ajak-ajak
Setelah puas kecipak-kecipak, kebeset karang, tersengat ubur-ubur, kebakar matahari, nelen air laut *tapi senang luar biasaaaaaa* kita balik ke Pulau Sebesi, mandi, packing, dan menuju Sebuku Kecil untuk ambil gambar sebelum pulang ke Pelabuhan Bakaheuni dan seterusnya ke Jakarta.

Semoga siapapun yang berkunjung ke sini tidak merusak apapun yang ada disini. Semoga. Saya masih berharap 10 tahun kedepan atau mungkin 20 tahun kedepan, saya bisa mengajak anak cucu saya bermain-main disini. Di perjalanan pulang, sempat terlintas satu pertanyaan di benak saya, apakah kita sedang menghitung mundur sebelum anak Krakatau meletus seperti ibunya dulu? 

Saturday, July 2, 2011

Di Tengah Fanatisme Para Slanker

siapa yang suka SLANK tunjuk tangan!!!
*ngacung paling tinggi

yap. saya emang suka sama band ini. Gak peduli deh mayoritas teman2 saya bilang kalo band ini tuh urakan dan gak jelas, saya tetep dont care hehehe.. Dan saya tetep gak peduli biarpun abang saya ( yang notabene berfungsi sebagai bodyguard ) gak bisa nemenin saya nonton konser SLANK di PRJ 20 juni kemarin, saya tetep nekat dateng. Untunglah ada Ocha dan Kak Ulil yang mau diracunin untuk nemenin saya ke PRJ.
Jam 5 sore, kita resmi berangkat naek bajaj ke sana. Lumayan gemeteran pas turun, secara Grogol - PRJ agak jauh dan agak macet, makanya efek bajajnya masih berasa pas kita turun.

Setelah puas keliling2, jam 8 malem, saya beranjak ke panggung utama.
Lho kok sendiri??
Iya, karena ajakan saya untuk ikut nonton SLANK, dijawab dengan kerutan jidat dua orang ini, yang secara verbal bisa diartikan begini :
"kita?? nonton band yang vokalisnya gak pernah make baju? yang fansnya urakan dan rusuh?? no way!!"

Well by the way and whatever they say,
Yang namanya panggung utama, udah tumpah ruah sama SLANKER dari mana2. Sempet bingung gimana caranya bisa sampai barisan paling depan, secara saya gak mau nonton di tengah2 kerumunan, bukan takut diinjek-injek, tapi takut mati ke-ketek-an di tengah Slanker yang rata2 telanjang dada *fuuhh

Dengan bermodalkan telunjuk, akhirnya saya bisa menerobos kerumunan dan berada di barisan paling depan. Kok bisa?? hehehe bisaaa banget
Caranya.. colek aja bahu mas-mas yang lagi berjubel, pasang muka polos dan bilang "misi mas.. maap saya mau nyari kakak saya di depan" dan seterusnya dan seterusnya
Dan tarrraaaa.... inilah saya dengan suksesnya berdiri di barisan paling depan ^^V

Ini beberapa foto SLANK dari frontline sebelah kiri,
yang berhasil ditangkap sama kamera butut saya.







Gak salah kalo ada yang bilang perfomance mereka malam itu di PRJ menyedot pengunjung terbanyak sepanjang PRJ dibuka tahun 2011 ini. Lihat aja crowdednya


Dan ini beberapa fanatisme SLANKER yang saya jepret
sesaat sebelum konser bener2 bubar



yang paling keren tentu aja yang ini :


Begitu ngeliat mereka bertiga sama anaknya, yang terbayang di kepala saya adalah how they could meet each other.. Apakah
A. Si cewek pergi nonton konser SLANK, nyaris pingsan ditengah kerumunan lalu ditolongin sama si cowok, dan jatuh cinta dan menikah dan punya anak yang kemungkinan udah didengerin lagu SLANK sejak dari kandungan

Ataukah
B. Si cewek lagi beli kaset ( masih ada gak ya? ) SLANK di disc tarra or somewhere else, dan kayak di iklan2 di tivi, pas mau bayar ke kasir, balik badan dan *gedubrak, tabrakan sama si cowok. Mereka saling memungut kaset yang jatuh dan si cowok bilang " oooh kamu juga suka SLANK ya?", 
terus si cewek dengan malu2 jawab " iya hehehehe ". 
Si cowok kemudian nanya " kamu punya gak poster Bimbim lagi duet bareng Inul??. Si cewek setengah mikir lalu jawab " kayaknya enggak deh, emang pernah gitu?? ".
"Tapi kalo nomer telepon kamu punya kan??" tanya si cowok lagi sambil mesam mesem. Dan PDKT dimulai dan mereka menikah dan punya anak yang baru beberapa bulan udah diajak nonton konser SLANK

Ataukah
C. saya yang kebanyakan berimajinasi hehehehehe

anyway.. Konser berjalan seru walaupun ada sekelompok orang ( yang ngakunya ) SLANKER yang ribut-ribut gak jelas. Lagu-lagu yang dimainkan pun mayoritas lagu lawas.. tapi favorit saya malam itu adalah lagu lama yang berjudul PISS. Dan gak terbantahkan lagi kalau konser SLANK dimanapun, selalu dipenuhi fanatisme penggemarnya.

Walaupun saya kesana gak bawa poster SLANK segede alaihim gambreng
Walaupun saya kesana gak pake baju dengan tulisan SLANK tercetak diatasnya
tapi.. disini.. *sambil nepuk2 dada ceritanya* semangat PLUR ( Peace Love Unity and Respect ) selalu ada.
*dan saya rasa itu lebih baik ketimbang mereka yang beratribut SLANK, berkoar PLUR tapi mabok dan ribut2 gak jelas ^^

Nggak ada preman
Nggak ada mafia...nggak ada yang sok jagoan

Angkat tanganmu Tatap mataku Rasakan getaran Cinta dariku...
PISS

Tuesday, June 28, 2011

Alternatif ketiga untuk Rian dan Vito

prolog :
waktu baca judul diatas.. 
jangan bilang kalian ngebayangin kalo saya akan cerita sekuel baru si mutilator Rian dengan teman gaynya yang baru.. hehehe of course not darling..

Rian disini adalah pengamen cilik yang umurnya sembilan tahun
dan Vito adalah temen seperjuangannya


oke.
pernah gak sih denger pengamen cilik nyanyi?
pasti pernah dooong..
dan biasanya apa sih yang orang suka lakukan kalau ada pengamen?
kalau saya nih
kalau suka, ya didengerin, trus ngasih tip nyanyi yang lembaran
kalau gak suka, ya didengerin tapi tip nyanyinya logaman aja
dan itu memang alternatif yang saya punya
tapi.. malam ini saya punya alternatif ketiga.. yang menurut saya lumayan menyenangkan

Tadinya, pulang kerja saya berniat banget untuk nonton BIP di acara PRJ malem ini, tapi (again) gak ada temen nonton dan gak ada yang bisa diracunin untuk nonton *hehe, niat baik tadi kandas di tengah jalan.
Saya pun memutuskan untuk pulang ke rumah berhubung besok tanggal merah.
Inget kalo saya harus beli cardreader, saya pun mampir ke toko peralatan komputer di deket Universitas Budi Luhur. Cardreader udah ditangan, tapi dasarnya saya yang laper mata dan laper perut, bukannya langsung pulang saya malah nyangkut di kios bakmi yang lumayan terkenal disitu.

baru dua kali suap, ada dua orang pengamen cilik yang nyanyi hanya diiringi tepukan tangan. Penampilannya khas anak yang hidup dijalanan. Secara otomatis dan seperti biasanya, saya langsung ngerogoh kantong nyari recehan. Tapi sepersekian menit kemudian, saya menemukan diri saya lagi asik makan mie ayam sambil ngobrol sama mereka berdua.

Saya juga gak ngerti kenapa
Waktu itu, mungkin saya bukanlah saya yang biasa
yang merasa cukup hanya dengan memberi mereka uang kecil


oiya
Polosnya mereka keliatan banget
Polosnya anak kecil yang gak dibuat-buat
Mereka bilang, mereka belom pernah makan mie ayam seenak ini,
Rian bahkan kaget waktu tau sedotannya bisa dibengkokin
sambil tersenyum malu dia bilang
"ya mbak soalnya kalo jajan es sedotannya gak ada yang kayak gini"
( kebayang gak sih muka polosnya mereka?)

Tapi 15 menit makan bareng mereka adalah 15 menit waktu yang menyenangkan
15 menit yang "gila yaaa... mereka kecil begini udah harus nyari uang"
15 menit yang "ya ampun.. ternyata mereka belom sempet sekolah karena gak ada uang"
15 menit yang "ooo... ternyata ayahnya udah wafat"

dan pada akhirnya adalah
15 menit yang "ternyata Tuhan memang udah paling baik deh sama saya"



kira-kira seumuran gini nih Rian dan Vito

Jadi..
sekarang kalo ada pengamen
saya punya tiga alternatif baru
pertama, kalau suka, ya didengerin, trus ngasih tip nyanyi yang lembaran
kedua, kalau gak suka, ya didengerin tapi tip nyanyinya logaman aja
atau...
ketiga, ajak makan bareng (dan you'll know that you were blessed )
:))

Friday, June 17, 2011

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan??

(Tuhan) Yang Maha Pemurah,Yang telah mengajarkan Al Qur’an. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk- (Nya), di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
( Ar Rahman :1-13)


Kadang dalam hidup, kita pasti pernah ngiri sama orang. Entah karena penampilan fisik yang ( menurut kita ) lebih oke dibanding dengan punya kita, atau karena apa yang dia punya lebih banyak, lebih bagus, lebih mentereng dibanding yang kita punya, atau karena pekerjaannya lebih bonafid, pacarnya lebih keren, orang tuanya lebih ngebebasin dan segala hal yang mungkin bikin kita ngiri. 
Tapi pernah gak nyoba ngitung berapa nikmat yang kamu rasain??

Yap, saya pun pernah iri dengan seseorang, biar gak fokus dengan kengirian saya yang gak penting itu, saya selalu mencoba mengingat nikmat yang saya punya.
  1. Dilahirkan ke dunia sebagai manusia beragama
  2. Dilahirkan bukan di jaman flinstones
  3. Mata berfungsi dengan baik
  4. Telinga bentuknya normal dan bisa denger dengan normal
  5. Hidung, walaupun gak mancung mancung banget tapi berfungsi dengan baiknya
  6. Bisa bicara dengan baik dan benar
  7. Mulut masih bisa buka tutup dengan normal
  8. Lidah masih bisa ngerasain manisnya gula, pedasnya cabe, asinnya garem, pahitnya jamu, asamnya mangga
  9. Gigi masih bisa ngunyah daging alot sekalipun
  10. Tangan kaki lengkap dan fungsinya baik
  11. Otak yang baik, walaupun gak sejenius Einstein, setidaknya masih bisa ngajarin keponakan perkalian :) 
  12. Organ bagian dalem insyaallah masih berfungsi dengan baik
  13. Secara psikis sih sehat karena seinget saya, saya belom pernah cengengesan sendiri gak jelas hehe.
  14. Sehat walafiat lah intinya
  15. Punya ibu yang tough abis
  16. Masih bisa mencium tangannya tiap pagi dan sore
  17. Punya ayah yang gak pernah ngomel
  18. Masih bisa melihatnya tiap akhir pekan
  19. Punya kakak perempuan yang care
  20. Masih bisa sharing dengannya tiap libur
  21. Punya abang yang kadang nyebelin tapi bisa diajak gila-gilaan
  22. Punya adek yang galak tapi bisa diajak seru-seruan
  23. Punya keluarga besar yang walaupun gak pernah nampak tapi somehow mereka selalu ada buat saya
  24. Masih bisa ngabisin waktu bareng mereka
  25. Tidur di kasur, gak kepanasan, gak kedinginan, gak keujanan
  26. Makan 3 kali sehari.. *kalo ngemil diitung bisa sampe 7 kali :)
  27. Bisa minum air bersih
  28. Mandi dua kali sehari, pake air bersih, gak perlu ngantri, gak perlu jalan berkilo-kilometer, tinggal buka keran.
  29. Bisa baca, bisa nulis, bisa sekolah
  30. Bisa nyicipin kemajuan jaman * bisa nonton tipi, bisa denger radio, bisa main komputer, bisa sms-an, bisa telfonan, bisa internetan*
  31. Rezeki yang cukup
  32. Punya pekerjaan *walaupun bukan impian saya tapi setidaknya gak harus nodong ortu kalo mau jajan dan jalan-jalan ^^ *
  33. Punya pekerjaan yang gak harus kucing-kucingan sama polisi en trantib
  34. Punya temen yang baik-baik, sahabat yang care, pacar yang... oops, belom punya deng.. keterusan jadinya hehe
  35. Pernah ngerasainnya serunya nonton konser SLANK di barisan paling depan *saya anggap itu suatu keberuntungan hehe
  36. Tinggal di kota yang mudah nyari barang apapun, mini market tiap tikungan ada, Mall banyak berserakan dimana-mana, wisata sejarah banyak, wisata kuliner apalagi.
  37. Tinggal di negeri yang punya sunrise yang keren, sunset yang keren, pantai yang keren, gunung yang keren, danau yang keren, hutan yang keren, laut yang keren dan berkesempatan untuk ngeliat beberapa diantaranya
  38. *banyak ternyata*
  39. *kalau saya terusin bisa-bisa gak kelar-kelar postingannya*

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tidak ada satupun nikmat_MU, duhai Tuhanku, yang aku dustakan....

*Bersyukurlah kawan
Karena kalau kamu tau.. kita jauh lebih beruntung dibandingkan sebagian dari kita






Friday, June 10, 2011

Backpacker Garut

Siapa yang gak kenal Kota Garut? Kota yang sejak jaman penjajahan dahulu dikenal dengan sebutan Swiss Van Java ini memang memiliki banyak objek wisata yang pastinya bikin ngiler jiwa-jiwa galau para Bolang mania hihi.. yaa termasuk saya ini. Berikut itinerary yang saya susun setelah nge-googling semaleman di kamar adek saya tercintah :

hari pertama : Candi cangkuang lanjut ke Situ Bagendit
hari kedua    : Kawah Papandanyan, Kawah Kamojang lanjut ke Curug Orog
hari ketiga    : Kampung Naga dan Gunung Galunggung
and.. Garut.. here i comes..  :)



Hari Pertama.

Cuaca berawan saat saya menuju Terminal Lebak Bulus untuk selanjutnya naik bus jurusan Garut. Sebelum saya ketiduran, saya udah dah titip pesen ke kondekturnya supaya nurunin saya di Alun-alun Leles, tempat dmana Candi Cangkuang dan Kampung Pulo berada. Kurang lebih 4 jam perjalanan plus macet di Cileunyi, akhirnya saya sampe di Alun-alun Leles. Dari alun-alun ini, akan banyak abang ojeg yang nawarin untuk nganter ke Candi Cangkuang. Tapi, kalo boleh saran, lebih enak naik Delman lhoo.. lebih berasa backpackerannya haha.. Sekedar info.. Situ Cangkuang tu bagus banget..nget..nget.., mungkin karena cuacanya perfecto.. langitnya perfecto.. jadi semuanyaaaa seems soo perfecto.. like this. Karena candinya ada di tengah danau, harus nyebrang rakit itu, barulah kita sampai ke candi cangkuang

..aseli tanpa editan..


Di sebelah candi, ada makam Mbah Dalem Arif Muhammad yang berasal dari Kerajaan Mataram yang konon katanya barengan dengan kawan-kawannya membuat bendungan yang sekarang menjadi Situ Cangkuang itu.

sejarah lengkapnya cek disini

ini makamnya Mbah Dalem Arif Muhammad


Selain candi, kita juga bisa liat-liat yang namanya Kampung Pulo. Kampung Pulo ini adalah peninggalan Mbah Dalem Arif Muhammad. Kampung Pulo ini cukup unik karena hanya memiliki 7 bangunan rumah yang merupakan lambang dari keturunan Mbah Dalem Arif Muhammad yang berjumlah 7 orang. 6 rumah berbentuk panggung dan terbuat dari kayu melambangkan 6 orang keturunan Mbah Dalem Arif Muhammad yang perempuan. Sedangkan lambang dari 1 orang keturunan Mbah Dalem Arif Muhammad yang laki-laki berupa masjid yang terletak tidak jauh dari gerbang masuk Kampung Pulo.



.
Selain itu, kampung ini unik, karena cuma ada 6 rumah, gak kurang dan gak boleh lebih. Jadi kalo yang empunya rumah menikah dan beranak - pinak, sebagian dari mereka pindah ke luar Kampung Pulo ini. Di Kampung Pulo ini, terdapat juga satu bangunan museum yang menunjukkan barang-barang dan foto-foto seputar penemuan situs Cangkuang pada tahun 1966, foto waktu pemugaran dan beberapa lembar mushaf Al-Quran yang dipahat di lembaran yang terbuat dari daun dan kayu.

Mushaf Al Quran kuno

Suasana di dalam musiumnyaaaa
Puas keliling-keliling di Situ Cangkuang, saya lanjut ke Situ Bagendit. Dari alun-alun Leles, naik saja elf arah Terminal Guntur, turun di pertigaan Bagendit ( pas sampe situ, kenek akan teriak teriak "bagendit..yoo yang bagendit" ). Dari pertigaan itu, naik angkot warna oranye, jurusan Situ Bagendit. Sampai sana, sempet kecewa karena udah agak gelap dan berawan



Dari mulut kang Yusup, si penarik rakit, terdengarlah cerita asal muasal Situ Bagendit ini. Konon dulu, ada janda kaya raya tapi pelit, namanya Nyai Endit. Suatu hari, datang pengemis yang minta sedekah, diusirlah dia dan dicaci maki oleh Nyai Endit ini. Sebelum pergi, si pengemis menancapkan lidi ke tanah sambil berdoa semoga Tuhan membalas perbuatan Nyai Endit itu. Nah dari tusukan lidi ini, keluar air terus menerus yang menenggelamkan Nyai Endit beserta semua kekayaannya, dan taraaa.. jadilah Situ Bagendit ini. Pelajaran yang bisa dipetik adalah : kalau mau pelit harus pinter berenang.

Karena udah sore, gak bisa lama- lama, saya pun cabut ke Terminal Guntur, untuk kemudian nyari yang namanya WISMA LEC, yang (katanya) gak jauh dari terminal. Wisma ini tarifnya lumayan murah. Kamar mandi di luar 50 rb atau didalam 65 rb. Satu Kamar punya 4 bed. yah.. lumayan lah. Jam 7 teng, saya udah resmi leyeh-leyeh di kamar 108.

*Ps
Lebak Bulus - Leles : 35rb
Leles - cangkuang (ngedelman ) PP : 10rb
Tiket masuk Leles : 2rb
Leles - Pertigaan Bagendit : 3rb
Pertigaan Bagendit - Situ Bagendit : 3rb
Tiket masuk  Situ Bagendit : 3ribu
Naik rakit : 20rb
Situ Bagendit - Terminal Guntur : 3 rb
Wisma LEC : 65rb

FYI : Telepon Wisma LEC : 0262540795


Hari Keduaaaaaa

Setelah semalem berfikir dan mengurutkan jarak objek wisata yang akan saya datengin, dan setelah tanya-tanya sama penjaga wismanya, kalo mau liat sunrise di Papandayan gak akan keburu kalo berangkat dari Wisma jam 4, belum tentu juga angkotnya ada, akhirnya itinerary saya hari kedua berubah. Dari : Liat sunrise di Papandayan - Curug Orog - Kawah Kamojang menjadi kebalikannya : Kawah Kamojang - Curug Orog - (menginap di kaki gunung) Sunrise Papandayan. Oke sip. Hari kedua pun dimulai

Tapi sebelum saya ke destinasi pertama di hari keduaaa, sempet balik lagi ke Situ Bagendit karena kurang puas sama view sore kemaren. Ternyata feeling saya gak salah. Situ bagendit pagi hari aseli KEREN. Situnya dikelilingin sama gunung Papandayan, Cikuray dan satu lagi saya lupa namanya.


Situ Bagendit dari rakit kang Yusup ( lagi )
Puas main-main disana, saya beranjak ke destinasi pertama hari kedua : Kawah Kamojang. Bukan saya namanya, kalo gak membuat satu kebodohan. Berlagak nyaru jadi orang Sunda, saya pun sok-sok an pake bahasa Sunda "punten kang.. abdi mau ka kawah kamojang, naek apa nya kaditu?". Gak berapa lama, si akang angkot ngejawab pertanyaan tadi dengan bahasa Sunda yang fasih dan dengan kecepatan luar biasa. yak.saya.cuma.bisa.planga-plongo. Akhirnya saya nanya ke orang lain lagi, tapi kali ini pakai bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan.

Dan jawaban yang didapat pun cukup jelas : dari terminal Guntur naik angkot ke Samarang, dari situ nyambung ke Kamojang, turun di Pangkalan terus jalan kaki, Atau bisa juga dari Samarang naik ojeg sampai lokasi.

Kawah Kamojang ini merupakan area geothermal. Sebenernya saya juga gak ngerti apa itu maksudnya. tapi yang jelas disini, banyak spot dimana uap bumi keluar langsung dari dalam tanah. Ada satu, namanya kawah Kereta Api, disitu uap nyembur kenceng banget, suaranya mirip kereta api : berisik.

Kawah Kereta Api

Liat orang - orang diatas ini?? Bukaaaaaan.. mereka bukan lagi ikut kontes mirip Vino G Bastian di film Realita Cinta dan Rock n Roll.. tapi mereka lagi pada mandi uap, katanya sih bisa nyembuhin banyak penyakit. Eng sayangnya hari kedua ni, gak bisa ngejar ke Curug Orog, karena udah kesorean plus keujanan pula.. So dari Kamojang, trip langsung lanjut ke Kaki gunung Papandayan untuk besok paginya liat sunrise dari sana.

Rute kalo mau ke Papandayan simpel banget. Dari terminal Guntur naik elf /angkot jurusan Cikajang, turun di pertigaan Cisurupan. Sekedar info, lebih baik naik elf karena lebih murah cuma 10rb ketimbang angkot yang tarifnya 15rb. Dari pertigaan Cisurupan, ada 3 alternatif : Pertama dan paling irit adalah jalan kaki kurang lebih 9km sampai pondokan (kaki gunung), Kedua, naik ojeg dengan tarif 25rb atau, sukur-sukur nemuin kap terbuka yang mau nebengin kita. 

Saya mencoba untuk naik mobil kap terbuka dan ternyata bahagiaaaa loh haha.. berdiri di kapnya, merasakan angin yang mulai dingin, ajrut-ajrutan karena jalanan yang rusak parah sambil sesekali menghindari ranting pohon yang menjulur ke bawah sementara Gunung Cikuray ada di belakang saya.

Hari udah cukup sore ketika saya tiba di kaki Gunung Papandayan. Di sekitar sana, banyak terdapat pondokan alias warung yang menjajakan makanan simpel seperti mie rebus atau nasi goreng. Pondokan ini juga bisa dipakai untuk bermalam juga lho.. persis seperti di Gunung Gede-Pangrango. Fasilitas disini juga udah lumayan oke kok.. ada musholla dan kamar mandi dengan air yang dingin luar biasaaaaah (*_*). Tidak mau tidur terlalu malam karena esok harus mengejar sunrise, maka jam 8 teng, saya resmi masuk kedalam sleeping bag.

Papandayan dari pelataran pondokan :)


*Ps
Terminal Guntur - Samarang : 5rb
Samarang - Pangkalan : 5 rb
Pangkalan - Kawah kamojang PP : Jalan kaki : gratis
Pangkalan - Samarang : 5rb
Samarang-Terminal Guntur : 5rb
Terminal Guntur - Cikajang (turun pertigaan cisurupan) : 5rb
Pertigaan Cisurupan - Pondokan ( kaki gunung ) : gratis :)


Hari Ketigaaaaa

Karena kesiangan bangunnya *jam 5 baru bangun*, kita berdua diajak ngebut sama kang Dede ( guide nyaaa ) ke puncak tebing demi mengejar si sunrise. Tapi tanjakan dan batu-batunya yang bikin mules, gak sebanding sama apa yang kita lihat di atas ketinggian 2300 mdpl.



Puas nonton sunrise, saya diajak melihat sisa letusan Papandayan yang dikenal dengan hutan mati. Di tempat ini pohon pohon meranggas kehitaman diterpa asap panas yang dimuntahkan oleh Papandayan beberapa waktu silam.


Sesi selanjutnya adalah eksplore Gunung Papandayan. Gunung ini memang salah satu dari gunung yang masih aktif di Pulau Jawa, terlihat dari banyaknya kawah yang masih menghembuskan uap panas disana-sini disertai bau belerang yang menyengat.


cakep yak *pemandangannya* uhuk!
Ada juga kawah hijau di tengah gunung lhoo.. subhanalloh kerennya :)


Jeprat-jepret, keliling-keliling, jam sebelas siang, nyampe lagi di pondokan. mandi, ganti baju dan ngelanjutin trip ke Curug Orog yang sempet tertunda kemaren. Kenapa dinamain Curug Orog, konon katanya dahulu pernah ditemukan bayi ( orok ) yang dibuang oleh orangtuanya di tempat ini. Agak menyeramkan ya sejarahnya. Eniwei, tempat ini bagus banget dan mudah dicapai, tinggal naik aja elf ke arah Bungbulang dan minta diturunkan di pintu masuk curug Orok.


Walaupun itinerary hari ketiga si Kampung Naga dan Kawah Galunggung belum kesampean karena  udah kesorean dan senin ada ujian.. tapi overall 3 hari kemaren bikin saya sadar.. INDONESIA itu kerennya gak ada abisnyaaaaaaa.....


yang makin cinta Indonesia,








Thursday, June 9, 2011

Burger King dan Mas Klining Serpis



sambil menggosok lantai
sebenarnya saya bingung
apa yang harus digosok di lantai sebersih ini?
sementara hampir semua orang yang datang kesini selalu bermobil
saya berani bertaruh.. mungkin sepatu mereka tak pernah menginjak tanah, tidak.. tidak..
mereka manusia.. bukan hantu yang melayang kesana-kesini
maksud saya..
mereka selalu diantar mobil, kalaupun harus menginjak.. bukan tanah becek seperti di halaman rumah saya, seperti di perkampungan tempat saya tinggal. Kalaupun harus menjejakkan kaki, lantai marmer perkantoran mewah lah yang mereka injak
atau lantai marmer restoran.. atau mall seperti ini

ahh.. sekarang sudah tanggal 8 ya?
cicilan motor belum saya bayar
oia.. si adek pun mau kenaikan kelas..

*bergumam sambil tetap menggosok lantai dengan sebatang sikat kecil*

*terdengar gelak tawa dari meja di sudut restoran fast food tepat di sebelah saya, dua orang perempuan berumur 20 tahunan sedang menikmati sepotong burger sambil tertawa lepas*

B-U-R-G-E-R   K-I-N-G
saya mengeja nama restoran yang setiap hari selalu dikunjungi banyak orang itu
hmm.. kapan saya bisa seperti mereka
bukannya saya tidak mampu membeli sepotong burger disana
hanya saja.. sepotong burger disana sama dengan biaya makan keluarga saya selama 2 hari.

Parfum seorang wanita yang melintas di sebelah saya membangunkan saya dari lamunan.
Sambil menerka berapa yang dia habiskan untuk sebotol parfum yang wanginya sangat harum itu, saya kembali menggumam
aahh... Tuhan pun sudah sangat adilnya, untuk apa saya harus mengharap lebih apalagi membandingkan hidup saya dengan orang lain.

Bergegas saya beranjak
masih ada beberapa lantai yang harus saya pel
Sementara perempuan di pojok Burger King tadi menatap saya dengan tatapan yang saya tak mengerti
Semoga bukan tatapan iba..
Karena Tuhan sudah sangat baik pada saya..
dan tak ada satupun pada diri saya yang harus dikasihani..


*2 hari yang lalu, di pojokan Burger King bareng Ocha, mencoba menerka apa yang ada di pikiran Mas Klining Serpis berseragam ijo yang asik menggosok lantai*




ps :
banyak-banyak bersyukur dengan hidup yang sekarang kita punya..



Monday, May 16, 2011

10 GREEN TIPS SEPUTAR RUMAH

mau ikutan trend GO GREEN tapi masih bingung gimana caranya??
berikut 10 GREEN TIPS seputar rumah yang bisa kamu lakukan :)
  1. Ganti bohlam lampu kamu
    Penerangan kira-kira menyumbang 20% biaya listrik rumah tangga. Salah satu cara termudah menghemat energi adalah dengan mengganti bohlam lampu kamu dengan lampu yang hemat energi yang dikenal dengan nama Compact Fluorescent Lights ( CLFs ).  Here's the picture *sponsored by istock :)

    keliatan lebih gagah ketimbang bohlam biasa

    Here's the reason why the enviromentalist fell in love with CLFs instead of traditional bulb:


    SEPULUH KALI lebih tahan lama ketimbang bohlam biasa ( ini berarti kamu mengurangi jumlah         sampah bohlam bekas ). Okay.. sekilas emang lampu CLFs ini jauh lebih mahal tapii coba deh kamu cek gambar berikut ini :
    dalam dollar sih.. tapi at least keliatan kok kalau CLFs lebih efisien

    Lebih hemat listrik 80 % ketimbang bohlam biasa, karena eh karena berbohong itu dosa bohlam  biasa menghabiskan 95 % listrik hanya untuk merubah energi listrik menjadi panas

    Lebih terang benderang ketimbang bohlam biasa. So.. kamu gak perlu make dua bohlam untuk ruang tamu di rumah mu kan ? :)

    oiyaa..
    ada yang ogah pakai CLFs ini karena mengandung merkuri. Yap.. CLFs memang mengandung merkuri tapii hanya berkisar 4 mg, sebagai perbandingan termometer mengandung kira - kira 500mg merkuri ( setara dengan kandungan merkuri pada 125 buah CLFs ). Berita baiknya : Merkuri ini gak akan dilepaskan apabila lampu CLFs ini dalam keadaan UTUH *keep it on that way*
    Berita buruknya : CLFs dont last forever.
    Jadi bagaimanapun juga kalo udah mati yaa mereka tetep akan jadi sampah. Bagaimana sih cara mengelola lampu CLFs yang udah rusak supaya kandungan merkurinya yang cuma 4mg itu gak ngebahayain kamu dan keluargamu?. Cek link berikut ini yaaa...


    intinya mah
    pertama, jaga agar lampu CLFs yang udah mati TETEP UTUH, bungkus dengan seal-plastic atau apapun yang tertutup
    kedua, kontak website / customer service dari merk lampu CLFs kamu dan minta info tentang pengelolaan sampah CLFs nya
    ketiga, JANGAN PERNAH MEMBAKAR CLFs bekas. Logikanya.. si merkuri bisa terbang bukan hanya ke paru - paru kamu, tapi juga tetangga kamu
    keempat, kalau terlanjur pecah, tinggalkan ruangan segera, buka jendela dan matikan AC, hati - hati membersihkan serbuk dan pecahan CLFs, tempatkan pecahan tersebut di wadah / plastik tertutup

  2. Tentukan waktu dan aliran keran yang TEPAT
    misalnya, kalau kamu lagi asik sabunan sambil nyanyi2 di kamar mandi, perlu gak showernya tetep nyala? atau kalau kamu lagi khidmat - khidmatnya sikat gigi atau nyabunin piring, perlu gak sih keran di wastafel tetep ngocor?
    atau kalau kamu mau wudhu *bagi yang muslim* apakah bener kamu perlu aliran air yang maksimal dari keran untuk sekedar membasahi telinga kamu? Allah SWT gak suka kok sama orang yang mubazir :)
    So.. coba deh tentukan saat yang tepat untuk menyalakan keran juga besarnya aliran air yang kamu butuhkan.

  3. Cek keran air di rumah kamu secara rutin

    Keran yang bocor dapat membuang sekitar 24.000 liter air per tahun. Kebocoran keran biasanya karena cincin karetnya sudah mengeras. Segera ganti yang baru yaa..




  4. Tampung air hujan.
    air hujan bisa digunakan buat nyuci mobil, nyikat kamar mandi atau nyiramin tanaman. Tampung air hujan di wadah yang punya tutup, soo kalau lagi gak hujan bisa ditutup dan gak jadi sarang nyamuk.

  5. Tutup panci saat memasak
    dengan kamu nutup panci kamu saat merebus air / memasak maka kamu bisa menghemat energi sampai dengan 70 % karena panas tidak terbuang keluar sehingga masakan jadi lebih sepat matang

  6. Do you really need the air-con?
    lebih baik pakai kipas angin karena jauh lebih murah dan jauh lebih hemat listrik ketimbang AC.
    Kipas angin yang dipasang di langit - langit adalah kipas angin yang paling efektif karena dia mengalirkan udara secara efisien sehingga ruangan terasa sejuk.
    oia kipas angin juga jauh lebih sehat, karena orang yang rumahnya memakai AC cenderung untuk tidak membuka pintu dan jendelanya, sehingga sinar matahari dan udara tidak bertukar * for your info : kuman TBC paling senang tuh sama ruangan ber AC yang lembab, karena sinar matahari dalam sekejap bisa membunuh kuman TBC*

  7. Kurangi sampah kamu

    40 % dari sampah yang kamu buang sebenernya masih bisa di reuse (kertas, plastik, kaca, dll).  Nah.. 20 % yang lain merupakan sampah organik ( sisa kopi, teh, kulit buah, kerak telor dll ) yang bisa dijadikan pupuk buat kebun kamu. JAdi 60 % dari sampah yang kamu hasilkan merupakan bahan yang masih bisa di recycle.

  8. Pisahkan sampah kamu
    Selalu buat tempat sampah yang berbeda : satu untuk sisa makanan, satu untuk sampah yang bisa didaur ulang. Sudah saatnya kamu kenalan sama si pemulung / tukang loak. Bukan untuk menya-menye sama mereka lho.. tapi untuk membangun simbiosis mutualisme sama mereka. Mereka pasti seneng banget deh kalau kamu ngasih tumpukan kertas bekas, kardus, kaleng, atau plastik bekas secara cuma-cuma.*FYI lagi nih : kamu bisa kontek ke organisasi yang kerjanya ngumpulin sampah dan dijual untuk amal. Here's the number : DKM ( 081210503804 / 081808330633) dan Tzu Chi ( 0818982834 / 46825844 )

  9. Jadi tukang cat yang bijak
    Bentar lagi lebaran nih, biasanya bokap suka ngecat rumah biar tampilan rumah jadi lebih nge jreng, coba gunakan cat latex untuk mengecat dinding rumah kamu karena cat jenis ini jauh lebih aman dari cat minyak. Kalo sisa, maka lebih baik disumbangin aja ke TK atau tempat-tempat yang kira-kira membutuhkan. JANGAN MEMBUANG SISA CAT KE ALIRAN AIR *semua cat mengandung racun*

  10. Pikirkan lagi saat yang tepat untuk menyiram tanaman
    Kalau sudah hujan dua hari yang lalu, apakah kamu masih perlu menyiramnya lagi? *bisa kembung tuh pohon* Mungkin kamu bisa nunggu satu atau dua hari lagi untuk menyiramnya kembali



    *taken from many sources*